Minggu, 20 Januari 2019

On Januari 20, 2019 by Wahyu Firmansyah   No comments


H. Abdul Malik Haramain atau akrab disapa Mas Malik merupakan santri Probolinggo berlatarbelakang keluarga pesantren. Kakeknya, KH. Fadhol adalah salah seorang ulama yang berpengaruh di Probolinggo pada era kemerdekaan hingga zaman Orde Baru. Selain mengasuh PP. Raudlatut Thalibin, Kademangan, Probolinggo, sosok ulama ini bukan hanya telaten mendidik santri, melainkan sekaligus menjadi pelayan umat (khadim al-ummah).
Putri Kiai Fadhol, Hj. Siti Azizah, juga mewarisi darah pendidik dari ayahnya. Nyai Azizah dikenal sebagai aktivis Muslimat NU tahun 1980-an. Ibunda Mas Malik ini juga dikenal telaten mendidik masyarakat, khususnya kaum hawa. Nyai Azizah seringkali mendatangi langgar/ mushalla di berbagai pelosok.
Tujuannya, mendidik ibu-ibu di bidang ibadah dan perkara Fiqh An-Nisa’ alias fiqih perempuan. Dari tata cara wudlu, thaharah, mengenali najis, hingga persoalan darah haid, istihadhah, wiladah, dan nifas. Semua dijalani Nyai Azizah dengan penuh semangat dan kesabaran sebagai seorang aktivis-pendidik.
“Dulu saya sering menemani Umi naik becak dan dokar untuk rapat di Muslimat Probolinggo", kenang Mas Malik.
Aktivitas Nyai Azizah ini juga didukung sepenuhnya oleh suami tercinta, KH. Abdul Mujib Abdullah. Kecintaan keduanya terhadap NU telah membulatkan tekad mereka untuk mengabdikan diri pada umat. Jika Nyai Azizah melalui wadah Muslimat NU, maka Kiai Mujib mengabdikan diri di PCNU Probolinggo sebagai Ketua Tanfidziyah.
Ayah Mas Malik ini dikenal sebagai aktivis yang tangguh. Baginya, mengabdi di NU adalah wasilah meraih ridla Allah. Prinsipnya, sebagaimana dikemukakan kepada Mas Malik, adalah “Siap menjadi ujung tombak sekaligus ujung tombok”.
Artinya, siap menjadi pelopor dan pemimpin, sekaligus siap mengeluarkan uang (tombok) untuk berjuang di NU. Dari ayahnya pula, Mas Malik belajar nahwu, sharaf, fiqh, dan tafsir. Dari ayahnya pula, Mas Malik mengenal pemikiran Gus Dur, Kiai Wahid Hasyim, dan KH. M. Hasyim Asy`ari.
Karena dibesarkan di keluarga aktivis, tak heran jika kemudian Mas Malik memilih berkiprah di organisasi underbow NU. Setelah menjadi WaSekjend PMII, Mas Malik kemudian menjadi orang nomor satu di organisasi pergerakan.
Terhitung pada 2003-2005 pria berkacamata ini menjadi Ketua Umum PMII. Setelah itu, Mas Malik memilih mengabdi di GP Ansor sebagai Sekretaris Jenderal (2005-2010).
Pengalamannya di PMII maupun di GP Ansor, membuktikan apabila dirinya dibesarkan dalam kultur NU yang kuat. Sebagai kader PKB, Mas Malik pernah menjabat sebagai Sekjend DKN Garda Bangsa.
Saat ini tercatat sebagai Wasekjend DPP PKB dan diberi kepercayaan oleh Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar untuk menjadi Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo. Sedangkan latarbelakangnya sebagai putra ulama menjadikan dirinya paham tradisi dan unggah ungguh (adab) kepada ulama dan para habaib.
Karena itu, dia selalu ingat pesan ayahnya: menjadi ujung tombak sekaligus ujung tombok! Saat ini Abdul Malik Haramain maju sebagai calon anggota DPR RI dapil Kabupaten/Kota Probolinggo dan Pasuruan dari Partai Kebangktan Bangsa (PKB).

Perjalanan Organisasi dan Karier H. A. Malik Haramain :
1.   Ketua Pansus UU Ormas, 
2.   PANJA UU partai politik, 
3.   PANSUS UU Desa, 
4.   PANJA UU Pilkada, 
5.   PANSUS UU Pemilu, 
6.   PANJA UU ASN, 
7.   PANJA UU Pemekaran Daerah, 
8.   PANJA UU Pertanahan, 
9.   Pimpinan PANJA RUU Haji dan Umroh, 
10. Ketua PANJA Biaya BPIH (menentukan biaya haji - umroh).
11. Anggota Komisi II periode 2009-2014. 
12. Wakil Ketua Komisi VIII (Pendidikan Agama, Sosial, Bencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak). 
13. Sekretaris Fraksi PKB MPR RI.
14. Anggota Badan Legislasi periode 2009-2014 dan periode 2014-2019
15. Sekjen PP GP Ansor (2005-2010)
16. Ketua Umum PB PMII (2003-2005)
17. Pengasuh Pondok Pesantren Roudhlotut Tholibin Kademangan Kota Probolinggo
18. Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Jakarta
19. Dosen Institut Intelijen Negara (2005-2006)
20. Sekjen DKN Garda Bangsa (2010-2015)

Karya Buku : 
 1.    Gus Dur, Militer dan Politik (LKiS) Yogyakarta
 2.    Penulis tentang demokrasi, politik dan TNI di kompas, jawa pos, suara pembaruan dan media lain  
  
       Pendidikan :
   1.   Mondok sejal kecil di Ponpes Roudlotut Tholibin
   2.   Mondok di Ponpes Miftachul Huda, Malang.
   3.   Kuliah : S1 di Univ Merdeka Malang Jurusan FISIPOL
   4.   Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI) Jurusan Political Science


0 komentar:

Posting Komentar